Arsip untuk April 29th, 2008|Halaman arsip harian

mit0s”diEt

Banyak orang yang masih salah kaprah dalam berdiet. Berikut mitos-mitos diet yang perlu Anda perhatikan.

1. Tidak makan malam

Menghindari makan malam untuk menurunkan berat badan adalah mitos yang kurang tepat. Berat badan dipengaruhi oleh kalori total yang diasup dikurangi kalori yang dikeluarkan dalam sehari (berat badan = kalori total yang diasup-kalori yang dikeluarkan). Jika makan malam dihilangkan dan diganti dengan makanan kecil untuk menahan lapar (kalau makanan kecil itu mengandung kalori tinggi), maka berat badan tetap tidak akan turun. Menghilangkan makan malam juga akan berakibat munculnya keluhan tidak nyaman, lapar, bahkan gangguan lambung (sakit mag). Jika makan malam diganti dengan mengudap buah, menurut Luciana, boleh-boleh saja, dengan catatan pada malam hari tidak melakukan aktivitas apa-apa. Prinsipnya, makan adalah menyuplai tubuh untuk metabolisme tubuh, mengganti sel yang rusak, aktivitas fisik, dan lainnya. “Kalau tidak ada suplai, ya tidak akan bisa beraktivitas karena kelaparan, yang akan dikompensasi tubuh dengan membentuk gula dari cadangan tubuh sendiri. Dampaknya, metabolisme terganggu dan akan timbul keluhan tidak enak badan, bahkan timbul sakit mag,” katanya.

2. Tidak sarapan pagi bagus untuk diet

Salah. Tanpa sarapan, gula darah akan turun. Kadar gula yang rendah mengakibatkan konsentrasi terganggu, lemas, mudah marah, dan sebagainya. Dengan demikikan, tidak efektif untuk orang yang bekerja. Biasanya, dengan tidak sarapan rasa lapar diatasi dengan makanan kecil, yang sering kali karena bentuknya kering dan ringan tapi kalorinya tinggi. Akibatnya, tujuan malah tidak tercapai juga, berat badan bisa-bisa naik. Kecenderungan lain adalah karena pagi tidak sarapan, siang hari kelaparan dan makan jadi banyak. Jadinya tidak efektif juga. Metabolisme tubuh yang normal tidak bisa menerima pola makan yang tidak teratur.

Baca selebihnya »

Cara mUdaH StreS hiLanG

Seperti tamu, stres bisa datang tanpa diundang, membuat kita pusing tak karuan. Padahal, kalau tahu caranya, stres sebetulnya bisa dikendalikan. Ini dia caranya.

1. Seimbang
Keharmonisan antara kondisi internal dan eksternal Anda sangat penting. Lihat kembali gaya hidup Anda selama ini. Apakah pola makan Anda sehat dan gaya hidup Anda sudah seimbang secara fisik dan mental? Pola makan sehat bisa dimulai dengan menghilangkan kafein, yang notabene bisa meningkatkan kecemasan dan stres. Lupakan juga alkohol dan nikotin, atau setidaknya minimalkan pengonsumsiannya.

2. Relaksasi
Lakukan relaksasi untuk mengurangi kecemasan dan stres. Olah pernafasan bisa jadi salah satu alternatif yang mudah dipelajari dan bisa dilakukan di rumah maupun di kantor. Menata ruangan di rumah atau meja kerja juga bisa jadi cara yang lain. Atau, dengarkan musik yang mengalun lembut, misalnya alunan suara gemericik air dan kicauan burung.

3. Meditasi
Berlatih meditasi akan membuat perasaan dan pikiran Anda tenang, sehingga stres berkurang. Meditasi juga berguna untuk mengontrol emosi Anda.

4. Komunikasi
Jangan pendam masalah yang Anda alami. Komunikasikan pada keluarga, teman, atau tenaga ahli untuk mendapatkan solusi. Bergabung dengan milis yang berkaitan dengan masalah Anda juga bisa membantu mendapatkan pencerahan. Selain itu, jalani hidup dengan santai.

5. Berubah
Ubah cara berpikir dan perilaku Anda. Hilangkan yang berbau negatif, berusaha untuk lebih berpikir dan bersikap positif, serta berpikiran terbuka dalam memandang masalah.

6. Atur Keuangan
Masalah finansial kebanyakan jadi penyebab utama stres. Atur keuangan Anda dengan lebih baik. Antara lain, dengan menabung teratur setiap bulan dan punya dana cadangan minimal sebesar tiga bulan pengeluaran. Belanja sesuai bujet dan tidak boros juga sangat penting dilakukan agar tidak muncul masalah di kemudian hari.

7. Minta Bantuan
Kalau stres tak kunjung hilang padahal usaha ini-itu sudah dilakukan, Anda bisa minta bantuan ahlinya. Konsultasikan pada psikolog atau psikiater agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.